Arsip | Khotbah Minggu Ini RSS feed for this section

RENUNGAN MINGGU, 21 JULI 2013

20 Jul

HIDUP DALAM KASIH DAN KEBENARAN ALLAH

( Yohanes 15: 9-17 )

Kasih, itu adalah perkara besar sehubungan dengan iman percaya orang Kristen. Dan salah satu perkara yang menarik untuk dibicarakan. Apalagi bila dihubungkan dengan kehidupan sekarang yang semakin cenderung sekuler, pembicaraan tentang kasih ini seakan tiada habis-habisnya. Nas perikop Ev Minggu ini dengan tegas memerintahkan betapa hal mengasihi adalah yang utama. Aku mengasihi sesama manusia dan Tuhan  karena telah terlebih dahulu dikasihi oleh Tuhan. Segala perbuatan baik yang aku lakukan dalam hidup ini seharusnya merupakan aplikasi dan refleksi kasih yang terlebih dahulu sudah aku terima dari Tuhan. Artinya, semua aktivitas dalam hidup ini harusnya dilaksanakan karena didorong oleh kasih.

Apa yang sering menghalangi kita dalam melakukan perbuatan kasih yang benar? Yang benar artinya adalah kebenaran dari Allah, bukan manusia. Selain yang sudah tercantum di atas, sikap kurang bersedia mengampuni adalah salah satu di antaranya. Ampuni dan lupakan (forgive and forget) adalah istilah yang sangat pas dalam bersikap mengampuni 100% sebagaimana yang dituntut oleh iman kristiani kita. Jadi, jika masih ada yang mengatakan “aku sudah mengampuninya walau pun kami belum saling bersalaman dan saling berbicara serta bertegur sapa” dan “aku sudah mema’afkannya, tapi lebih baik tidak melihatnya lagi sampai kapan pun …”, berarti masih ada yang perlu dibereskan!

Di sinilah dibutuhkan pertolongan Roh Kudus yang sudah ada di dalam diri kita untuk mengalahkan tuduhan iblis ini dalam keinginan berbuat kasih. Dan juga godaan untuk melakukan perbuatan kasih yang diliputi oleh kebenaran. Ingat, perbuatan kasih adalah juga merupakan suatu kesaksian iman kita kepada Yesus Kristus.

Perbuatan kasih yang benar dapat dilakukan jika Yesus ada di dalam diri orang percaya, yakni Roh yang mendorong, mengajari, dan memimpin serta memampukan dalam melakukan segala perbuatan kasih. Dan sekali lagi, ini yang membuatku semakin yakin bahwa orang Kristen sudah punya Roh Kudus di dalam dirinya (jadi, ‘nggak butuh lagi pencurahan Roh Kudus sebagaimana yang sering diajarkan dan dipraktikkan di beberapa gereja kharismatis yang sangat mengandalkan eksistensi Roh Kudus dengan cara “mengundang” kehadiran-Nya dalam setiap ibadah. oleh karena itu, Selamat menjalani hidup di dalam kasih Allah. Amen. (Pdt.HEH)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.